
Red Fort memiliki nama asli Lal Qila. Bangunan ini merupakan sebuah benteng milik kerajaan di Shahjahanabad. Pembangunannya dimulai pada tahun 1648. Dari kejauhan benteng ini berwarna cokelat kemerahan. Ya, seluruh bangunan benteng dibangun menggunakan sandstone. Benteng ini masih berdiri hingga sekarang dan difungsikan sebagai tempat wisata sejarah.
Bentengnya menjulang dengan tinggi 33 meter. Arsitekturnya merefleksikan campuran budaya Persia dan Hindu. Menara pengawas di bagian kanan dan kiri dilengkapi dengan kubah.
Masuk ke bagian dalam Red Fort, Anda akan menemukan banyak pilar. Pilar-pilar ini dihiasi dengan ukiran di bagian atas dan bawahnya secara detail. Sedangkan bagian langit-langit koridor dibuat memiliki aksen ala kubah yang meliuk.
Saat tertimpa sinar matahari, material sandstone yang menyelimuti benteng ini tampak bersinar dan memancarkan kemegahannya. Red Fort sendiri sudah diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Pemilihan sandstone untuk membangun sebuah benteng dan masih berdiri hingga saat ini merupakan bukti nyata kalau batu alam tersebut memang kokoh.
Qutub Minar

Qutub Minar adalah nama dari menara masjid pertama di India yang dibangun pada tahun 1193 oleh Qutub-ud-Din Aibak. Nama masjid tersebut adalah Quwwat-ul-Islam. Pembangunan masjid ini merupakan penanda kalahnya kerajaan Hindu terakhir. Menara Qutub Minar ini berdiri megah dengan tinggi 73 meter. Material utama yang digunakan adalah sandstone. Tinggi yang fantastis ini membuat Qutub Minar dinobatkan sebagai menara sandstone tertinggi di dunia dan sudah diakui pula sebagai situs Warisan Dunia oleh UNESCO.
Menaranya dihiasi pahatan ayat-ayat suci Al Quran. Hal ini mungkin terjadi lantaran sandstone memang mudah dipahat dan dibentuk secara detail. Sedangkan tampilannya secara keseluruhan didominasi dengan aksen-aksen hiasan khas arsitektur Hindi.
Menara ini terdiri dari 5 tingkatan yang melambangkan jumlah waktu sholat per hari dan Rukun Islam. Tiga tingkat pertama dibuat menggunakan sandstone warna merah. Sedangkan dua tingkat lainnya merupakan perpaduan dari sandstone dan marmer. Saat ini Qutub Minar masih berdiri kokoh di antara reruntuhan bangunan utama masjidnya.
Humayun’s Tomb

Terakhir, ada Humayun’s Tomb. Kompleks pemakaman Raja Mughal II, Hamayun, ini dibangun pada tahun 1569 atas inisiatif sang istri, Biga Begum. Tujuannya untuk melambangkan cinta istri kepada suaminya. Konon, pembangunan Taj Mahal terinspirasi dari Humayun’s Tomb ini.
Kompleks pemakaman era Dinasti Mughal ini bisa dibilang sebagai destinasi wisata utama di Delhi. Seperti bangunan bersejarah lainnya, Humayun’s Tomb telah dinobatkan menjadi situs Warisan Dunia UNESCO.
Material utama dari Humayun’s Tomb ini adalah sandstone. Penggunaan material sandstone pada masa itu (tahun 1556-1605) adalah hal yang umum. Sedangkan untuk aksen dan material kubahnya menggunakan batu alam marmer berwarna putih. Arsitekturnya mengadaptasi gaya Persia. Pada bagian bawah terdapat pilar-pilar yang megah dengan detail pahatan. Sedangkan di bagian atas terdapat bangunan kecil yang dilengkapi dengan tiga buah kubah. Bukan hanya sekedar komplek pemakaman, Humayun’s Tomb juga memiliki taman dan kolam layaknya sebuah istana.
Baca juga: Sejumput Kisah Marmer Merah Verona, Italia
Aplikasi sandstone pada bagian eksterior Humayun’s Tomb ini cukup unik. Berbeda dengan bangunan-bangunan lainnya yang penuh ukiran pada dinding dan pilar. Pada Humayun’s Tomb justru sandstone dibentuk menjadi persegi panjang lalu disusun dengan rapi. Warna alaminya yang tidak sama persis menjadikan dinding tersebut tampak berkilau, apalagi saat terkena sinar matahari. Tampilannya pun semakin mewah berkat aksen marmer berwarna putih. Bagian lantai di dekat bangunan utama juga menggunakan sandstone.
Sandstone pada Era Modern
Daya tahan dan tampilan megah yang dimiliki oleh batu alam sandstone sudah terbukti dengan eksistensi dari tiga bangunan di Delhi tadi. Anda, bukan tidak mungkin untuk menjadi pemilik bangunan yang menggunakan sandstone juga.
Pada era modern seperti ini, sandstone dapat diaplikasikan sebagai elemen dekorasi seperti patung dan hiasan dinding. Bisa juga dijadikan cladding untuk menahan udara panas dari luar ke dalam bangunan. Bagi yang memiliki taman atau kolam renang, sandstone cocok dijadikan material paving untuk pejalan kaki serta dek untuk bersantai.
Keindahan bangunan sandstone tak perlu diragukan lagi. Jika Anda tertarik menggunakan sandstone, marmer, granit, onyx, travertine atau batu alam lainnya, silakan datang ke Fagetti Jakarta. Fagetti juga menawarkan one stop solution. Mulai dari pemotongan dengan teknologi canggih, pemolesan, pemasangan, hingga perawatan batu alam jangka panjang. Ada pula garansi khusus selama tiga tahun untuk menjamin kepuasan pelanggan.
Hubungi Fagetti di nomor WhatsApp 0811-8887-359 dan #CreateYourPerfection menggunakan batu alam sandstone seperti tiga bangunan di Delhi tadi.